Surah At-Taubah

Jumat, 06 Agustus 2010


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

at-Taubah
Altowba.png

Ayah 1 s.d. Ayah 3
Ayah 1 s.d. Ayah 3
Informasi
Arti Pengampunan
Nama lain Bara'ah (Berlepas Diri)
Al-Mukshziyah (Melepaskan)
Al-Fadikhah (Menyingkap)
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)[1]
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 9
Juz Juz 10 (ayat 1-93)
Juz 11 (ayat 94-129)
Statistik
Jumlah ayat 129 ayat
Surah At-Taubah ayat 33 buatan Dinasti Abbasiyah dari Timur Dekat dan Afrika Utara.
Surah At-Taubah (bahasa Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan") adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini. Dinamakan juga dengan Baraah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.
Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad s.a.w. kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H. Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

[sunting] Pokok-Pokok Isi

  • Keimanan
    • Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman
    • Pembalasan atas amalan-amalan manusia hanya dari Allah
    • Segala sesuatu menurut sunnatullah
    • Perlindungan Allah bagi orang-orang yang beriman
    • Kedudukan Nabi Muhammad s.a.w. di sisi Allah.
  • Hukum-hukum
    • Kewajiban menafkahkan harta
    • Macam-macam harta dalam agama serta penggunaannya
    • Jizyah
    • Perjanjian dan perdamaian
    • Kewajiban umat Islam terhadap Nabinya
    • Sebab-sebab orang Islam melakukan perang total
    • Beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.
  • Kisah-kisah
    • Nabi Muhammad s.a.w. dengan Abu Bakar r.a. di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
    • Perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
    • Perang Tabuk.
  • Lain-lain
    • Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.
    • Pernyataan pembatalan perjanjian damai pleh Nabi Muhammad s.a.w. dengan kaum musyrikin, karena mereka tidak memenuhi syarat-syarat perjanjian damai pada perjanjian Hudaibiyyah.

0 komentar:

Poskan Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme